article image

SKU Rationalization: Pengertian, Manfaat, dan Caranya

9 Jan 2026

Penulis Tim eDOT

Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, SKU Rationalization menjadi strategi penting untuk menjaga efisiensi dan profitabilitas usaha. 

Banyak pelaku ritel dan e-commerce memperluas katalog produk demi menarik konsumen, tetapi terlalu banyak variasi justru sering memunculkan SKU yang kurang optimal dan membebani pengelolaan stok. 

Melalui SKU Rationalization, bisnis meninjau kinerja setiap SKU untuk menyederhanakan portofolio produk dengan menyingkirkan item yang tidak efektif sehingga pengelolaan inventaris menjadi lebih terarah dan menguntungkan. 

Agar Anda dapat memahami manfaat serta cara menerapkannya secara tepat, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini.

Apa Itu SKU Rationalization?

SKU Rationalization adalah proses strategis berbasis data yang dilakukan bisnis untuk meninjau dan mengoptimalkan persediaan dengan mengevaluasi setiap produk dalam katalog. 

Melalui SKU Rationalization, perusahaan dapat menganalisis kinerja penjualan, permintaan pasar, serta tingkat profitabilitas tiap SKU untuk menentukan apakah produk perlu dipertahankan, disesuaikan, digabungkan, atau dihentikan.

Stock Keeping Unit (SKU) sendiri merupakan kode unik berupa kombinasi huruf dan angka yang digunakan untuk mengidentifikasi produk berdasarkan karakteristik tertentu. Beberapa metrik SKU Rationalization adalah ukuran, warna, dan kemasan produk. 

Kode ini membantu bisnis melacak stok, memantau penjualan, dan menilai performa produk secara lebih detail.

Dengan menerapkan SKU Rationalization, bisnis tidak sekadar mengurangi jumlah produk, melainkan menyederhanakan portofolio agar lebih fokus pada item yang benar-benar bernilai. 

Hasilnya, pengelolaan inventaris menjadi lebih efisien, biaya dapat ditekan, operasional lebih ringan, dan performa bisnis pun meningkat secara keseluruhan.

Mengapa SKU Rationalization Penting?

Melakukan SKU Rationalization berarti menilai setiap SKU secara berbasis data untuk memastikan produk masih relevan, menguntungkan, dan sesuai permintaan pasar. 

Jumlah SKU yang berlebihan justru kerap memicu stok menumpuk, biaya penyimpanan meningkat, operasional menjadi kompleks, serta margin menurun akibat produk yang bergerak lambat.

Melalui proses ini, bisnis menyederhanakan portofolio dengan mengeliminasi SKU berkinerja rendah. Hasilnya, pengelolaan stok dan biaya menjadi lebih efisien, rantai pasok lebih lancar, profitabilitas meningkat, dan pengalaman belanja pelanggan pun terasa lebih praktis.

Adapun beberapa manfaat utama SKU Rationalization antara lain:

  • Biaya inventaris lebih terkendali karena stok berlebih dapat ditekan.
  • Pengelolaan stok lebih akurat dan mudah dipantau.
  • Proses operasional seperti picking, packing, dan pengiriman menjadi lebih sederhana.
  • Strategi pengisian ulang stok lebih tepat sesuai performa dan musim penjualan.
  • Peluang menghadirkan produk baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Dengan menyesuaikan kembali rangkaian produk melalui SKU Rationalization, bisnis dapat fokus pada SKU yang benar-benar bernilai, sekaligus membuka ruang untuk diferensiasi dan pertumbuhan yang lebih sehat.

Baca juga: Inventory Management System: Fungsi, Komponen dan Metodenya

Cara Melakukan SKU Rationalization

Agar SKU Rationalization berjalan efektif, prosesnya perlu dilakukan secara bertahap dan berurutan. Berikut alur penerapannya yang bisa Anda ikuti:

1. Pengumpulan Data

Langkah awal dimulai dengan mengumpulkan seluruh data penting terkait SKU yang dimiliki. Kelompokkan produk berdasarkan jenis, merek, ukuran, atau warna, lalu tinjau riwayat penjualan, pola permintaan, tingkat stok, serta biaya yang melekat pada setiap SKU. 

Lengkapi data ini dengan riset pasar dan masukan pelanggan, seperti survei, ulasan produk, dan aktivitas di media sosial, sambil tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan persaingan.

2. Analisis Data

Setelah data terkumpul, lakukan analisis untuk menilai kinerja dan potensi tiap SKU. Susun prioritas SKU yang perlu dievaluasi, lalu gunakan metode analisis, seperti prinsip 80/20, analisis ABC, siklus hidup produk, atau segmentasi pelanggan. 

Penilaian dapat dilakukan melalui indikator, seperti volume penjualan, perputaran stok, biaya penyimpanan, hingga margin keuntungan untuk menemukan SKU yang perlu dikurangi atau dieliminasi.

3. Pengambilan Keputusan

Berdasarkan hasil analisis, tentukan SKU mana yang dipertahankan, disesuaikan, atau dihentikan. Tetapkan tujuan dan indikator kinerja yang jelas agar keputusan tetap selaras dengan strategi bisnis. 

Dari sini, Anda bisa mengoptimalkan stok produk terlaris, menyesuaikan strategi harga dan promosi untuk SKU menengah, serta menghentikan produk yang tidak lagi memberikan nilai.

4. Implementasi dan Evaluasi

Tahap akhir adalah menjalankan keputusan yang telah dibuat dan mengomunikasikannya kepada seluruh pihak terkait. Pantau dampaknya melalui laporan dan dasbor untuk melihat perubahan kinerja serta respons pelanggan. 

Lakukan peninjauan secara berkala agar proses SKU Rationalization tetap relevan dan bisa disesuaikan dengan dinamika bisnis.

Optimalkan Stok dengan esuite

Setelah memahami pentingnya SKU Rationalization dalam menyederhanakan portofolio produk dan meningkatkan efisiensi stok, langkah selanjutnya adalah memastikan pengelolaannya berjalan konsisten dan terkontrol. 

Tanpa sistem yang tepat, proses evaluasi SKU berisiko tidak optimal dan sulit dipantau secara berkelanjutan. Untuk itu, Anda dapat memanfaatkan esuite sebagai solusi pengelolaan stok yang lebih rapi dan terintegrasi. 

Melalui modul Inventory, esuite membantu Anda memantau jumlah stok, memperbarui data, serta melihat pergerakan barang secara real time. 

Dengan data yang akurat dan mudah diakses, Anda bisa mengambil keputusan terkait SKU secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data.

Sistem yang terintegrasi juga membantu mengurangi pekerjaan manual, mengurangi kesalahan, serta menjaga operasional dan rantai pasok tetap efisien. 

Ingin proses SKU Rationalization dan manajemen stok bisnis Anda berjalan lebih optimal? Hubungi kami sekarang dan temukan solusi terbaik bersama esuite untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Baca juga: Sales Call Plan: Pengertian, Manfaat, dan Tips Melakukannya

logo rounded whatsapp