article image

Mengenal Cross Merchandising dan Strateginya yang Efektif

10 Feb 2026

Penulis Tim eDOT

Dalam dunia ritel, peletakan produk di rak menjadi salah satu strategi yang penting untuk dipertimbangkan. Pasalnya, strategi yang tepat dapat meningkatkan penjualan dan pengalaman pelanggan. 

Salah satu strategi yang bisa Anda gunakan adalah cross merchandising. Lalu, apa itu cross merchandising dan bagaimana kiat-kiat mengimplementasikannya? Temukan jawabannya berikut ini!

Apa Itu Cross Merchandising?

Cross merchandising adalah strategi meletakkan produk dari kategori yang berbeda di rak yang berdekatan untuk mendorong pembelian. Misalnya, Anda meletakkan bumbu kentang goreng di atas freezer kentang goreng beku. 

Ketika pembeli hendak membeli kentang goreng beku, mereka bisa saja teringat bahwa mereka juga harus membeli bumbu taburnya. Atau, pembeli mungkin tidak berencana untuk membeli bumbu tabur, tetapi tiba-tiba terdorong untuk membeli bumbu tersebut karena berpikir sajian kentang goreng akan lebih sedap jika diberi bumbu. 

Dari sana, Anda bisa membuat pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi pelanggan dan menciptakan ide-ide baru bagi mereka saat belanja. 

Cross merchandising sangat lazim ditemukan di ritel, seperti toko kelontong, toko souvenir, toko alat elektronik, toko perabotan rumah, swalayan, apotek, toko alat tulis kantor, dan departement store. 

Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Tanpa Menguras Anggaran

Mengapa Cross Merchandising Penting?

Cross merchandising dapat meningkatkan pengalaman berbelanja dan penjualan. Adapun alasan mengapa Anda harus menerapkan cross merchandising adalah sebagai berikut:

  • Memasarkan produk baru: Anda bisa meletakkan produk baru di rak yang sering dilewati pelanggan dan di samping produk pelengkap. Hal ini bagus untuk meningkatkan awareness. 
  • Meningkatkan pertumbuhan penjualan: Karena impulsive buying, nilai penjualan akan meningkat.
  • Memicu impulsive buying: Pelanggan mungkin akan tergerak untuk membeli barang yang sebelumnya tidak terbesit di benak mereka.
  • Mengundang pelanggan baru: Ketika Anda meletakkan produk secara cross merchandising, pelanggan mungkin baru sadar jika mereka membutuhkannya sehingga membelinya dan menjadi pelanggan baru. 
  • Mengingatkan pelanggan: Tujuan yang paling umum dari cross merchandising adalah mengingatkan pelanggan bahwa mereka membutuhkan produk lain, seperti kasus kentang goreng dan bumbu tabur di atas. 
  • Membantu pelanggan menghemat waktu berbelanja: Dengan meletakkan produk yang dibutuhkan pelanggan di satu rak, mereka dapat berbelanja dengan lebih cepat. 
  • Memberikan ide baru: Selain mengingatkan tentang barang belanjaan, cross merchandising juga bisa menciptakan ide baru bagi pelanggan. 
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan: Ketika pelanggan merasa nyaman saat berbelanja, mereka akan menjadi pembeli setia dan terus datang ke toko Anda. 

Baca juga: Inilah 10 Cara Menentukan Target Penjualan yang Efektif!

Strategi Cross Merchandising

Cross merchandising adalah salah satu strategi penjualan dan pemasaran yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan penjualan dan kenyamanan berbelanja. Adapun strategi cross merchandising adalah sebagai berikut:

1. Meletakkan Produk Pelengkap

Salah satu strategi yang paling umum dilakukan adalah meletakkan produk yang dapat dikonsumsi sebagai pelengkap. 

Misalnya, Anda bisa meletakkan saus bolognese bersama pasta, selai bersama roti tawar, pewangi pakaian bersama detergen, sumpit bersama mie, dan lain-lain. Jadi, pelanggan yang awalnya hanya ingin membeli detergen, akan tergerak untuk membeli pewangi pakaian juga sebagai pelengkap. 

2. Menyusun Produk Berdasarkan Tema dan Acara

Selain memadukan produk dengan pelengkapnya, Anda juga bisa menyusun produk berdasarkan tema atau acara yang akan datang. 

Sebagai contoh, Anda bisa meletakkan kartu ucapan di sebelah cokelat saat mendekati hari Valentine atau meletakkan sirup di samping kue kalengan menjelang Ramadan. 

Jika diamati, sirup dan kue kalengan selalu ada di swalayan. Namun, ketika bulan Ramadan tiba, orang-orang akan membeli sirup dan kue kaleng untuk dijadikan hampers atau suguhan di rumah. Itulah mengapa menyajikannya dalam satu rak dapat meningkatkan penjualan keduanya. 

3. Meletakkan Produk Pengganti

Strategi ini biasanya ditemukan di rak sayuran dan buah-buahan. Swalayan atau toko biasanya menyajikan dua versi buah, yaitu buah utuh dan buah potong, begitu pula sayur yang hadir dalam plastik paket atau tersusun di rak seperti biasa. 

Harga buang potong atau sayur paket mungkin lebih mahal dibanding membeli produknya secara utuh. Namun, sebenarnya, harganya akan tetap sama jika dibandingkan dengan harga buah utuh di pasar. 

4. Meletakkan Produk Tak Terduga

Strategi cross merchandising selanjutnya adalah meletakkan produk tak terduga. Anda mungkin familiar dengan letak permen marshmallow atau mobil-mobilan kecil di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

Strategi ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengingatkan pembeli bahwa swalayan tersebut selalu menyediakan marshmallow dan mobil-mobilan. 

5. Meletakkan Produk yang Berpotensi Mendorong Impulsive Buying

Salah satu tujuan cross merchandising adalah untuk mendorong impulsive buying sehingga meningkatkan penjualan. Contoh paling umum dari strategi ini adalah meletakkan permen dan cokelat di rak meja kasir. 

Permen dan cokelat merupakan produk yang sering dibeli tanpa pikir panjang, terlebih jika produk-produk tersebut mudah dilihat oleh pelanggan. Produk tersebut mungkin tidak memiliki nilai yang tinggi, tetapi bisa meningkatkan penjualan secara keseluruhan. 

6. Meletakkan Barang-Barang yang Saling Berkaitan

Strategi ini biasanya diterapkan pada toko baju atau department store. Misalnya, Anda bisa meletakkan celana yang sedang promo dengan atasan yang cocok dengan celana tersebut. 

Jadi, pelanggan yang awalnya hanya ingin membeli celana yang sedang diskon akan tertarik membeli atasan lain sebagai pelengkap untuk membuat satu set outfit yang cantik.

7. Menjual Produk bersama Best Sellers

Umumnya, produk best seller akan memiliki rak tersendiri yang didesain di tengah toko atau dengan desain rak yang berbeda dengan tujuan untuk menarik perhatian pelanggan. 

Anda bisa meletakkan produk yang performa penjualannya kurang bagus di dekat rak best seller. Jadi, ketika pelanggan sedang melihat produk best seller, mereka bisa mengamati produk lainnya. 

8. Menggunakan Demo dan Sampel Produk

Terakhir, Anda bisa memanfaatkan demo produk dan sampel. Sebagai contoh, Anda bisa membuat sampel dari spageti dan saus pasta. Alhasil, Anda bisa menjual kedua produk tersebut sekaligus. Selain meningkatkan awareness produk, Anda juga bisa memanfaatkan strategi ini untuk memperkenalkan produk baru atau kurang menjual. 

Demikian informasi terkait cross merchandising yang bisa Anda cermati. Cross merchandising adalah salah satu metode pemasaran yang bisa diterapkan untuk meningkatkan penjualan, terlebih untuk produk baru dan produk yang performa penjualannya kurang maksimal. 

Untuk memantau rak-rak yang berisi produk Anda, menggunakan ework dari eDOT bisa menjadi solusi. ework adalah Sales Force Automation (SFA) yang memiliki banyak fitur bermanfaat bagi bisnis, salah satunya fitur untuk memantau planogram/display produk

Tidak hanya itu, ework juga menyediakan dasbor penjualan untuk Anda memantau aktivitas tim sales. ework juga dapat mengoptimalkan rute kunjungan, promosi, penagihan, manajemen stok, survei pelanggan, dan memantau pergerakan kompetitor. 

Jadi, maksimalkan penjualan Anda dan pantau perkembanganya dengan ework dari eDOT! Dapatkan penawaran sekarang!

Baca juga: Manajemen Penjualan: Pengertian, Strategi, Fungsi, & Contoh

logo rounded whatsapp