article image

Apa Itu Human Error: Penyebab dan Dampaknya Bagi Bisnis

30 Jan 2026

Penulis Tim eDOT

Dalam proses bisnis, segala tahapannya harus dikerjakan dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan. Bayangkan saja, Anda dapat kehilangan kepercayaan mitra atau investor karena beberapa human error, seperti kesalahan pengiriman dan kehilangan data penting. 

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Artikel ini membahas apa itu human error, dampaknya, dan cara mengatasinya. Jadi, simak artikel ini hingga akhir!

Apa Itu Human Error?

Human error adalah kelalaian atau kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Kelalaian ini dapat dilakukan oleh pekerja baru atau yang sudah terlatih. Bentuk kesalahan ini dapat terjadi kapan saja dan dapat berdampak pada hal-hal bisnis, seperti terhambatnya proses operasional atau kerugian material. 

Umumnya, human error dapat terjadi karena adanya kekurangan pada keterampilan seorang bekerja, misalnya belum terlatih dengan matang atau kurang teliti. 

Selain itu, human error juga bisa terjadi karena adanya kesalahan dalam mengikuti prosedur bisnis dan kurangnya pengalaman dalam menghadapi situasi baru. 

Jadi, ketika terjadi human error, manajemen atau atasan tidak bisa hanya menyalahkan “siapa” yang melakukan, tetapi harus mengevaluasi kembali faktor yang menyebabkan terjadinya kelalaian tersebut. 

Baca juga: Mengenal Sales Automation, Mengapa Penting untuk Bisnis?

Penyebab Human Error

Human error bisa terjadi karena berbagai faktor, baik faktor dari dalam diri pekerja atau faktor eksternal. Adapun beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut:

1. Tekanan Kerja

Beban kerja karyawan yang berlebihan dapat menjadi salah satu faktor terjadinya human error. Karyawan yang harus memenuhi tuntutan yang tidak ada habisnya dalam tenggat waktu yang singkat bisa lebih cepat stres dan lelah. 

Alhasil, konsentrasi dan kesehatan karyawan dapat menurun dan meningkatkan risiko terjadinya human error. Hal ini juga dapat diperburuk dengan kurangnya optimalnya pembagian beban kerja antarkaryawan akibat kurangnya sumber daya manusia. 

2. Prosedur Pekerjaan yang Rumit

Human error juga bisa disebabkan oleh prosedur pekerjaan yang panjang, rumit, dan tidak efektif. Karyawan bisa mengalami kebingungan selama bekerja sehingga meningkatkan risiko kelalaian. 

Terlebih lagi, jika seluruh proses operasional tidak terdokumentasi dengan benar, kesalahan yang sama dapat terulang di masa depan. 

3. Teknologi yang Tidak Terintegrasi

Pemanfaatan teknologi di dalam bisnis memang dapat mempermudah proses administrasi yang rumit. Namun, jika sistemnya kompleks dan tidak terintegrasi, inovasi tersebut malah akan menyebabkan human error. 

Tidak hanya itu, perusahaan yang menggunakan sistem manual, misalnya pembukuan dengan tulis tangan, juga rentan terhadap kelalaian manusia. 

4. Karyawan Kurang Terlatih

Pelatihan yang tidak memadai dan perubahan prosedur tanpa dibarengi pelatihan juga bisa menjadi penyebab human error. Karyawan akan kebingungan saat bekerja atau melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya. 

5. Lingkungan Kerja yang Kurang Optimal

Lingkungan kerja yang kurang mendukung juga turut meningkatkan risiko human error. Lingkungan yang bising, kurang nyaman, tidak memiliki alat keselamatan yang memadai, serta memiliki pencahayaan yang buruk dapat menurunkan konsentrasi karyawan sehingga rentan membuat kesalahan. 

Baca juga: Apa Itu Ekspansi Bisnis dan Tips Strategis Melakukannya

Jenis-Jenis Human Error

Setelah mempelajari apa itu human error dan faktor terjadinya kelalaian ini, Anda perlu memahami jenis-jenis human error. Berikut adalah informasi selengkapnya:

1. Kelalaian Tidak Disengaja

Kelalaian tidak disengaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karyawan kurang fokus dalam bekerja atau mengalami gangguan perhatian, seperti kesalahan mengetik atau memasukkan data. 

Tidak hanya itu, kelalaian ini juga dapat disebabkan karena karyawan melupakan sesuatu, misalnya lupa meletakkan barang tertentu atau lupa melakukan laporan. 

2. Kelalaian yang Disengaja

Kelalaian yang disengaja dapat terjadi ketika seseorang membuat keputusan yang kurang tepat, misalnya karena kurangnya pengalaman kerja atau pengetahuan.

Lebih lanjut, human error yang disengaja juga dapat disebabkan oleh prosedur yang kurang tepat. Misalnya, seorang karyawan sudah yakin melakukan prosedur yang benar, tetapi hasilnya malah berlawanan dengan yang diharapkan dan menimbulkan kerugian. 

Dampak Human Error pada Bisnis

Human error dapat berdampak pada bisnis, bahkan bisa menyebabkan kerugian jika tidak ditangani dengan baik. Adapun dampak human error bagi bisnis adalah sebagai berikut:

1. Gangguan Operasional

Kesalahan yang dibuat oleh pekerja dapat menyebabkan gangguan operasional. Gangguan ini dapat menimbulkan biaya tambahan, penjadwalan ulang, atau tertundanya proses selanjutnya. 

2. Berkurangnya Kualitas Produksi

Human error juga dapat berdampak pada kualitas produksi. Misalnya, jika terjadi kesalahan perakitan, produk mungkin tidak bisa digunakan dengan baik. Jika tidak ditangani, hal ini dapat berujung pada keluhan pelanggan dan penurunan kepercayaan. 

3. Penambahan Biaya

Kelalaian dalam proses produksi dan perawatan juga dapat menghadirkan biaya tak terduga akibat keperluan perbaikan atau pengaturan ulang sistem. Jika terjadi secara terus-menerus, bisnis dapat mengalami kerugian dan proses operasional menjadi kurang efisien. 

Cegah Human Error dalam Distribusi dan Bisnis dengan esuite!

Dapat disimpulkan bahwa human error dapat berdampak fatal apabila tidak segera ditangani dan dicegah. Salah satu cara mencegah human error adalah dengan menggunakan automasi sistem terintegrasi. Terkait ini, Anda bisa menggunakan esuite!

esuite adalah platform Digital Management System (DMS) terintegrasi yang dirancang khusus untuk efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. esuite dapat membantu bisnis Anda untuk:

  • Menyederhanakan operasional.
  • Meminimalkan kesalahan manual.
  • Membantu tim fokus pada hal strategis dengan antarmuka yang mudah digunakan.
  • Memberikan data yang akurat dan real-time pada dasbor dan laporan langsung. 
  • Mempermudah mengelola stok dengan efisien sehingga dapat menghindari kehabisan stok dan memaksimalkan penjualan. 
  • Memperluas jangkauan pasar dengan mengintegrasikan bisnis dengan emitra.
  • Mengurangi pekerjaan manual sehingga lebih terotomatisasi. 
  • Mengatur operasional harian dan kampanye pemasaran sembari mengotomatisasi tugas rutin. 

Tertarik mencoba esuite dari eDOT? Hubungi kami sekarang dan ajukan penawaran untuk menikmati kemudahan operasional serta pertumbuhan bisnis yang lebih maksimal!

Baca juga: Demand Planning: Arti & Cara Menerapkannya Secara Efektif

logo rounded whatsapp