Bisnis FMCG dikenal sebagai sektor dengan permintaan tinggi dan perputaran produk yang cepat. Sama seperti sektor lainnya, pain point dalam bisnis FMCG perlu diperhatikan dalam pengelolaan usaha.
Dalam kondisi ini, pain point distributor FMCG menjadi isu penting karena distributor memegang peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok, terutama untuk produk dengan usia simpan pendek yang harus segera terjual.
Meski penjualan online terus berkembang, distribusi offline masih menjadi tulang punggung bisnis FMCG di Indonesia, di mana sebagian besar penjualan ritel dilakukan melalui jalur konvensional seperti warung.
Tekanan dalam mengelola stok, logistik, kepatuhan regulasi, hingga menjaga hubungan dengan mitra distribusi sering kali berdampak langsung pada operasional dan profit.
Untuk itu, memahami pain point yang paling signifikan menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini!
Macam-Macam Pain Point Distributor FMCG
Dalam praktiknya, distributor FMCG berada di tengah rantai pasokan yang masih sering terkendala oleh minimnya pemanfaatan teknologi.
Kondisi ini membuat proses distribusi belum berjalan optimal dan memunculkan berbagai hambatan dalam operasional sehari-hari. Adapun macam-macam pain point distributor FMCG adalah sebagai berikut:
1. Masalah Logistik
Masalah logistik menjadi tantangan besar bagi distributor FMCG. Kendala transportasi, pengelolaan gudang yang kompleks, hingga gangguan jaringan distribusi kerap menghambat pengiriman dan berdampak pada penjualan serta kepuasan pelanggan.
Kenaikan harga bahan bakar, perubahan regulasi, dan infrastruktur yang kurang memadai turut menekan biaya dan margin keuntungan.
Selain itu, volume produk yang besar sering memicu kelebihan atau kekurangan stok, sementara gangguan eksternal, seperti bencana alam dapat mengacaukan distribusi.
Karena itu, evaluasi sistem logistik perlu dilakukan agar proses distribusi berjalan lebih efisien dan adaptif.
Baca juga: Aplikasi Distributor: Kegunaan, Fitur dan Rekomendasinya
2. Regulasi
Kepatuhan regulasi sering menjadi pain point distributor FMCG karena setiap wilayah memiliki aturan berbeda, mulai dari keamanan produk, pelabelan, hingga standar lingkungan.
Proses pemenuhan regulasi ini menuntut ketelitian tinggi, termasuk pengelolaan dokumen untuk audit dan inspeksi.
Jika terabaikan, dampaknya bukan hanya denda, tetapi juga penurunan kepercayaan konsumen dan risiko pada reputasi bisnis.
Oleh karena itu, sistem kepatuhan yang tertata menjadi kunci agar operasional tetap aman dan berkelanjutan.
3. Menghadapi Persaingan Tinggi
Distributor FMCG menghadapi pasar yang sangat kompetitif, terutama soal harga dan pilihan produk. Menyediakan produk sesuai tren konsumen, menjaga kualitas layanan, dan membangun hubungan kuat dengan ritel membantu tetap relevan.
Digitalisasi, inovasi, dan diferensiasi merek menjadi kunci untuk menonjol di tengah persaingan, termasuk dari distributor lain maupun bisnis D2C. Adaptasi terus-menerus memastikan produk selalu tersedia dan bisnis tetap kompetitif.
4. Gangguan Rantai Pasok
Gangguan rantai pasok, seperti pandemi, bencana alam, atau konflik geopolitik, bisa menyebabkan kekurangan stok dan kerugian bagi distributor FMCG.
Diversifikasi pemasok, pengelolaan persediaan yang tepat, serta pemanfaatan teknologi seperti AI dan IoT membantu memantau dan menjaga kelancaran distribusi.
Perencanaan proaktif dan strategi krisis yang terus diperbarui membuat operasional tetap siap menghadapi hambatan.
5. Tantangan dalam Manajemen Persediaan
Mengelola persediaan menjadi tantangan besar bagi distributor FMCG karena harus mengatur ratusan hingga ribuan SKU.
Risiko overstock, stockout, dan barang cepat rusak sering muncul, apalagi saat periode penjualan tinggi.
Solusinya, gunakan perangkat lunak manajemen persediaan untuk melacak stok secara real-time, otomatisasi data, memantau tanggal kedaluwarsa, dan memprediksi permintaan dengan sistem forecasting.
Komunikasi yang baik dengan vendor juga membantu menjaga kelancaran pasokan. Strategi seperti FIFO dan stok cadangan membuat operasi lebih efisien, mengurangi biaya, dan mencegah kekurangan barang.
Baca juga: 5 Perbedaan Wholesale dan Retail Serta Manfaat Keduanya
6. Promo yang Tidak Transparan
Promo atau bundling produk kadang tidak sampai ke konsumen seperti yang dijanjikan. Misalnya, bundling “Beli 1 sampo, dapat 1 shower cap gratis” bisa gagal diterima karena kemasan rusak selama distribusi atau disalahgunakan oleh oknum tertentu. Hal ini membuat promosi kurang efektif dan menurunkan kepercayaan konsumen.
7. Sistem Pembayaran Manual
Pembayaran yang masih dilakukan secara manual sering jadi kendala bagi distributor FMCG. Meski banyak perusahaan sudah mendigitalisasi proses penjualan dan distribusi, beberapa masih mengandalkan pencatatan dan pembayaran manual.
Cara ini tidak efisien, memakan waktu, dan rentan kesalahan yang berisiko merusak hubungan antara perusahaan dan distributor.
Tangani Pain Point Distributor FMCG dengan eDOT
Di Indonesia, 70% penjualan ritel masih berlangsung secara offline dan 65% di antaranya dilayani warung tradisional. Kondisi ini menegaskan peran distributor sebagai backbone bisnis FMCG sekaligus menunjukkan berbagai tantangan operasional yang mereka hadapi.
Untuk mengatasi pain point tersebut, esuite hadir sebagai sistem Distribution Management System (DMS) yang membantu mengelola stok, mengurangi risiko dead stock dan overstock, serta menyajikan data real-time yang akurat.
Selain itu, esuite juga mengoptimalkan tugas-tugas administratif, sehingga bisnis bisa merumuskan strategi distribusi yang lebih efektif.
Sementara itu, emitra memudahkan distributor dan mitra melakukan restocking secara digital. Dengan platform B2B ecommerce dan loyalty program ini, pemesanan produk jadi cepat dan mudah. Cukup klik, pesanan tercatat otomatis, dan pembayaran mengikuti ketentuan principal.
Distributor dan mitra tidak perlu menunggu sales datang sehingga rantai pasok lebih cepat, efisien, dan minim human error.
Dengan kombinasi esuite dan emitra, operasional distribusi menjadi lebih modern, efisien, dan terukur. Hubungi kami sekarang untuk mulai memanfaatkan solusi modern dari eDOT demi distribusi FMCG yang lebih lancar dan profesional.
Baca juga: Apa Itu Trade Promotion? Ini Pengertian & Contoh Aktivitasnya